Mengenal Mata Uang Riyal Arab Saudi, Jemaah Haji & Umrah Wajib Perhatikan !

By. Siti Rahmawati - 01 Aug 2023

Bagikan:
img

Batemuritour.com-Alangkah baiknya bagi anda yang akan bepergian untuk menjalankan ibadah haji maupun umrah untuk mengetahui tentang mata uang Saudi Real (SR) sebagai uang sah untuk bertransaksi di Tanah Suci.

 

Sejarah Riyal Arab Saudi

Sejarah mata uang Arab Saudi Dikutip dari Investopedia, asal usul Riyal Saudi tidak lepas dari sejarah pembentukan Kerajaan Arab Saudi. Pada tahun 1932, Kerajaan Arab Saudi sebagai sebuah negara, dibentuk dengan menggabungkan Kerajaan Hijaz dan Kesultanan Najd. 

 

Arab Saudi menggunakan sistem moneter bimetal berdasarkan kedaulatan emas Inggris dan Riyal perak Pada tahun 1952, sistem moneter direformasi untuk menggunakan mata uang tunggal. Mata uang ini adalah Riyal Saudi, yang didukung oleh guinea emas Saudi yang setara dengan kedaulatan emas Inggris.

 

Sistem tersebut bertahan hingga tahun 1959 dan berakhir ketika digantikan sebuah sistem berdasarkan uang kertas yang dikeluarkan oleh SAMA atau Bank Sentral Arab Saudi. Sebelum Riyal Saudi dipatok ke Dollar AS, Riyal Saudi dipatok ke Special Drawing Rights (SDR), yang merupakan aset cadangan internasional yang dibuat oleh International Monetary Fund (IMF).

 

Baca juga :

 

Bentuk Mata Uang Riyal Arab Saudi

 

Sumber gambar : github.io

 

Mata uang Saudi Real memiliki 12 pecahan mulai koin hingga uang kertas. Perinciannya tujuh dalam bentuk koin dan lima uang kertas (bank note).

 

Riyal merupakan mata uang Arab Saudi. Mata uang tersebut terdiri dari uang kertas dengan nominal 1, 5, 10, 20, 50, 100, hingga 500. Nominal mata uang terendah adalah 1 Halalah atau setara Rp 40. Adapun nilai uang koin tertinggi adalah 2 SR. Namun saat ini nominal terkecil itu tak jadi alat tukar lagi.

 

Baca juga : 

 

Jika berniat umrah atau haji, dan belanja skala kecil, disarankan memperbanyak nominal 5 SR, 10 SR, 20 dan 50 SR. Sementara nominal tertinggi Real adalah pecahan 500 Real. Bentuknya dalam kartal, uang kertas. Nominal 100 SR dan 500 SR ini terbilang berisiko.
 

Tak perlu khawatir, sebagai tambahan informasi, jika Anda punya kartu debit berlogo VISA bisa menarik uang di anjungan tunai mandiri berlogo sama.

 

Kurs rupiah sama dengan kurs tengah konversi bank internasional saat itu. Catatannya sekali withdraw dikenakan bank fee sekitar Rp 20.000  hingga Rp 25.000.

 

Demikian juga jika transaksi cashless di toko atau gerai. Tipsnya jika menarik uang kas dalam nominal besar sebaiknya pakai ATM. Begitu juga jika transaksi barang bernilai jutaan rupiah, disarankan pakai kartu debit atau kredit. Namun jika hanya untuk keperluan belanja mingguan, jajan, kulineran, lebih disarankan pakai tunai.

 

Baca juga : 

 

Waallahu A'alam Bisshowab

 

Sekian pembahasan Batemuritour kali ini, bagi kalian yang ingin bertanya ataupun berkomentar terkait konten-konten Islami silahkan hubungi email kami di umrah.batemuri@gmail.com atau terus cek artikel kami di www.batemuritour.com

 

 









Whatsapp Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp