Mukjizat Terbelahnya Bulan: Tanda Kebesaran Allah dan Kekafiran Musyrikin

By. Abid Rauf - 28 Mar 2024

Bagikan:
img

Batemuritour.com - Salah satu mukjizat besar yang diberikan Allah kepada Rasulullah SAW adalah kemampuan untuk membelah bulan. Kisah ini tercatat dalam beberapa hadis serta disebutkan dalam Al-Qur'an, menjadi bukti nyata akan kekuasaan dan kebesaran Allah SWT.      Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik RA, disebutkan bahwa penduduk Makkah pernah meminta Rasulullah SAW untuk menunjukkan suatu tanda keajaiban kepada mereka. Maka, beliau pun memperlihatkan terbelahnya bulan menjadi dua bagian sehingga Gunung Hira tampak di antara kedua belahan bulan tersebut.

Kisah ini juga diringkas dalam buku "115 Kisah Menakjubkan dalam Kehidupan Rasulullah SAW" oleh Fuad Abdurahman. Ketika Abu Jahal mengirim undangan kepada Habib ibn Malik, seorang raja di Syam, Habib pun berkumpul dengan 12.000 pasukan menuju Makkah. Di sana, Habib bertanya tentang Nabi Muhammad SAW kepada Abu Jahal, yang kemudian menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW berbalik menentang agama mereka setelah usia 40 tahun.

 

Baca juga : Kisah Mukjizat: Kelaparan Sahabat dan Karunia Allah

Ketika Nabi Muhammad SAW datang menemui Habib, beliau diminta untuk menunjukkan mukjizat. Habib meminta agar bulan terbelah menjadi dua dan kemudian kembali bersatu di atas kepala Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kerasulan beliau. Rasulullah SAW pergi ke Jabal Abu Qubaisy, mendirikan salat, berdoa kepada Allah, dan kemudian bulan terbelah seperti yang diminta.

Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an surat Al-Qamar ayat 1-2. Ayat ini menegaskan bahwa saat itu telah dekat dan bulan pun terbelah menjadi dua bagian. Namun, meskipun menyaksikan mukjizat ini, orang-orang musyrikin tetap menolak untuk beriman. Mereka menganggapnya sebagai sihir yang terus menerus.

 

Baca juga : Inilah Sidratul Muntaha, Tempat Istimewa Untuk Nabi Muhammad SAW

Tafsir dari ayat tersebut, seperti yang dijelaskan dalam buku "Kisah Hidup Utsman ibn Affan" oleh Mustafa Murrad, menggambarkan bahwa meskipun mukjizat itu terjadi, sebagian orang masih menolak untuk percaya. Mereka menganggapnya sebagai sihir yang tidak masuk akal.

Hadis tentang terbelahnya bulan tersebar luas dan diriwayatkan oleh banyak sahabat, seperti Anas ibn Malik, Jabir ibn Muth'am, Abdullah ibn Abbas, Abdullah ibn Umar, dan Hudzaifah ibn al-Yaman, seperti yang disebutkan dalam "Al-Bidayah wa al Nihayah" oleh Ibnu Katsir.

Mukjizat terbelahnya bulan adalah bukti keajaiban dan kebesaran Allah SWT. Namun, kekafiran musyrikin yang menolak untuk beriman, meskipun menyaksikan mukjizat tersebut, menunjukkan keteguhan hati mereka dalam kesesatan.

 

Baca juga :  Bukti Kebenaran Al-Quran dan Isi Pokok Kandungannya

Wallahua'lam









Whatsapp Logo
Start a Conversation Hi! Click one of our member below to chat on Whatsapp